IKNPOS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkap dua tantangan di awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.
IKN dibangun di sebuah daerah terpencil di Kalimantan Timur menghadirkan tantangan di awal-awal pembangunan.
Kepala Satuan Tugas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN PUPR Danis Sumadilaga mengungkap dua tantangan awal pembangunan IKN.
Tantangan paling Utama adalah transportasi mengingat IKN dibangun di daerah terpencil.
SDM atau pekerja kontruksi IKN 70 persen datang dari Jawa dan Sulawesi atau pulau lain di luar Kalimantan. Sedangkan 30 persen pekerja lokal.
Membawa ribuan pekerja ke IKN bukanlah hal mudah. Mendatangkan ribuan pekerja harus dilakukan secara bertahap.
“Sampai saat ini kan bertahap ya mulai dari 10.000, 15.000 terus sampai 27.000 orang,” ujar Danis, dikutip dari Channel YouTube Kemen PUPR, Selasa 17 September 2024.
Untuk membawa pekerja ke IKN menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.
“Nah ini memang tidak semudah kalau membangun di Jawa karena jumlah orang dan sebagainya. Kita perlu orang bahkan membawanya juga pakai pesawat terbang pakai TNI AU, pakai Hercules,” sambungnya.
Selain itu, tantangan lain adalah transportasi untuk membawa bahan-bahan material dan alat-alat berat.
Keterbatasan alat transportasi menjadi tantangan dalam membawa alat berat dan material.
Material untuk pembangunan lKN didatagkan dari Sulawesi dengan menggunakan puluhan kapal tongkang.
Sementara kapal tongkang lebih banyak digunakan untuk mengangkut batu bara.
“Nah itu waktu itu untuk membawa material ke sana itu perlu puluhan tongkang. Untuk membawa waktu itu agak sulit karena tongkangnya banyak dipakai untuk batubara. Kita juga harus menyiapkan pelabuhan untuk mereka membawa,” ujar Danis.
Lantaran lokasi terpencil itu membawa alat berart dan material menjadi tantangan.