Catatan Dahlan Iskan

Faisal Basri

Share
Faisal Basri
Share

Sebenarnya ia bisa dengan mudah menjadi kaya. Tapi ia tetap saja naik kendaraan umum. Tinggalnya pun di apartemen sederhana. Berdua dengan istri. Tiga anaknya sudah mandiri.

Tiga hari lalu kondisi Faisal kurang baik. Anaknya memaksanya ke rumah sakit. Tidak mudah meyakinkan Faisal masuk rumah sakit. Kali ini agak telat. Jantungnya bermasalah. Seharusnya bisa segera dioperasi. Tapi gula darahnya juga lagi tinggi. Harus dikendalikan dulu.

Faisal dimasukkan ICU. Di RS Mayapada. Tidak tertolong. Usianya baru 65 tahun.

Faisal tentu beririsan dengan politik. Ia pernah menjabat sekjen Partai Amanat Nasional (PAN).

Ia berharap PAN bisa menjadi partai reformasi yang modern. Demokratis. Independen. Gabungan antara kelompok agama dan nasionalis/sekularis.

Ia kecewa. PAN ia nilai lebih tergiur menjadi partai agama. Amin Rais ternyata tidak bisa nyaman berada di tengah-tengah kelompok sekuler.

Faisal mundur dari PAN. Pun tokoh-tokoh sekuler lainnya.

Suatu saat Faisal bergurau: Ia masuk PAN gara-gara didorong Hamid Basyaib. Tapi Hamid sendiri tidak pernah masuk PAN.

Hamid adalah tokoh yang menjadi dalang ide penggabungan antara kekuatan Islam dan sekuler.

Hamid berpendapat PAN tidak bisa besar kalau hanya berkutat di basis Islam. Di situ PAN akan berebut suara dengan partai berbasis Islam lainnya.

Tapi Hamid masih ragu dengan sikap Amin. Ia melihat Amin masih cenderung untuk masuk PPP dan jadi tokoh sentral di partai itu.

“Kami dan PPP saling berebut Amin. Sampai secara fisik. Kami tarik lengan Amin dari tokoh PPP yang menariknya,” ujar Hamid tadi malam.

Akhirnya Hamid tidak mau masuk PAN. Tapi Hamid diminta agar ”menyerahkan” lima sahabatnya sesama tokoh sekuler ke PAN. Ia serahkan daftar lima orang itu. Salah satunya Faisal Basri.

Hamid sendiri kemarin tidak ke pemakaman Faisal. “Saya tidak pernah sampai hati ke pemakaman teman baik. Saya tidak bisa melihat teman saya dimasukkan lubang kuburan,” katanya.

Hamid pilih penulis artikel kenangan untuk temannya itu. Saya turunkan tulisan Hamid Basyaib tentang Faisal di bawah ini. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Singapura Gagal
Catatan Dahlan Iskan

Singapura Gagal

Oleh: Dahlan Iskan Setiap kali ke Suzhou tidak pernah lagi bermalam di...

Tamparan Mojtaba
Catatan Dahlan Iskan

Tamparan Mojtaba

Oleh: Dahlan Iskan Yang terlibat perang IsAm-Iran, yang hancur perasaan kita semua....

Fir'aun Baik
Catatan Dahlan Iskan

Fir’aun Baik

Oleh: Dahlan Iskan Fir'aun yang ke 18 lah yang mumminya paling banyak...

Catatan Dahlan Iskan

Tol Tentara

Oleh: Dahlan Iskan Yang paling saya kagumi selama di Mesir adalah jalan...