IKNPOS.ID – Posisi IKN (Ibu Kota Nusantara) dibahas dalam diskusi panel bergengsi pada acara Bloomberg CEO Forum, beberapa waktu lalu.
Forum tersebut mempertemukan para pemimpin global untuk membahas masa depan pertumbuhan ekonomi dan investasi. Salah satu yang dibahas soal IKN di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dalam diskusi tersebut, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Agung Wicaksono menegaskan komitmen pemerintah Indonesia terhadap kelanjutan pembangunan di IKN.
Termasuk yang paling menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur dan investasi. Ini akan terus dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya.
Dia menyoroti perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79 pada 17 Agustus 2024 menjadi tonggak penting menandai transformasi IKN menjadi ” new economic hub ” yang dirancang untuk memperluas pertumbuhan ekonomi dan diwariskan bagi generasi mendatang.
“IKN sebagai City in the making and dream in the progress. Yakni kota yang menjadi contoh prinsip-prinsip pembangunan kota modern yang berkelanjutan, inovasi, dan inklusivitas. Segala progres pembangunan kota impian ini tentu saja atas dukungan investasi yang kian signifikan. Yakni sekitar 3,7 miliar Dolar AS dan juga dukungan APBN,” ujar Agung Wicaksono.
Untuk memperbesar peluang investasi, IKN membutuhkan kolaborasi dengan berbagai institusi. Sehingga memperkuat investasi dan meningkatkan kepercayaan investor.
Hingga saat ini, terhitung sudah 7 kali groundbreaking di IKN. Rencana groundbreaking berikutnya bersama satu investor asing. Pencapaian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pembangunan IKN untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang berkembang.
Untuk memastikan aliran investasi terus meningkat, Otorita IKN bekerja sama dengan kementerian terkait dalam hal menyusun strategi baru yang berfokus pada pemberian insentif regulasi, fiskal, dan kemudahan dalam berusaha.
“Hal ini beriringan dengan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan fokus pada penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juga memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif dan menguntungkan semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.