Catatan Dahlan Iskan

Ambeien Bukan

Share
Share

Baru pekan lalu diketahui penyebab sebenarnya: Fistula Ani. Mirip ambeien tapi bukan ambeien.

“Bolehkah nama Anda saya sebut di tulisan saya? Biasanya orang sakit ambeien malu namanya disebut,” tanya saya.

“Untuk apa malu. Saya justru ingin sekali membagi kisah penderitaan ini. Agar jangan ada yang seperti saya,” jawabnya.

Namanya Nasaruddin Ismail. Kelahiran Bima, NTB. Pun istrinya. Sampai SMA masih di Bima.

Begitu lulus UINSA Surabaya ia langsung jadi wartawan Jawa Pos. Sampai pensiun.

Selama itu pula ia tersiksa. Seperti ambeien. Akhirnya ia tidak kuat lagi naik sepeda motor. Ia ingin berhenti bekerja.

Saya tidak mau ia berhenti. Saya minta agar ia beli mobil biar pun kelas Suzuki Carry.

Naik mobil pun lama-lama tidak kuat juga. Yang pernah mengalami wasir akan bisa merasakan siksaannya seperti apa. Ia seperti putus asa. Tidak kuat atas penyakitnya.

Nasaruddin tidak hanya rajin cari berita. Ia juga penggerak kepedulian sosial. Utamanya di saat ada bencana alam.

Di mana ada bencana di situ ada Nasaruddin –bersama dengan tim dari TNI-AL atau TNI-AD.

Tahun 1984 ia terpaksa operasi ambeien. Tapi setelah itu sakitnya datang lagi. Muncul bisul di anus. Bisul di pantat saja bukan main sakitnya. Ini di anus.

Dilajukanlah operasi bisul. Sembuh. Sementara. Lalu muncul lagi sakit serupa. Dilakukan lagi operasi kecil di anus. Reda. Juga tidak lama. Kambuh lagi.

Bulan lalu ia terpaksa ke dokter. Umurnya sudah 61 tahun. Sudah lama pensiun dari Jawa Pos.

Dokter terakhir itulah yang menganjurkan Nasaruddin ke dokter Bambang Soegianto. Sang dokter juga menderita ambeien. Penyakitnya beres ketika dokter itu jadi pasien dokter Bambang.

Nasaruddin pun ke dokter Bambang. Curiga. Kok tidak kunjung sembuh. Dilakukanlah pemeriksaan secara khusus.

Bambang sudah sering punya pasien ambeien yang tidak kunjung sembuh. Pun setelah berobat ke Singapura, Thailand, dan Penang, Malaysia.

Ditemukanlah Nasaruddin bukan menderita karena ambeien. Ia kena penyakit fistula Ani.

Menulis ”fistula”-nya boleh pakai huruf kecil, tapi Ani-nya harus pakai A huruf besar. Pertanda bahwa itu nama orang –Anda sudah tahu siapa dia.

Share
Related Articles
Board Manual
Catatan Dahlan Iskan

Board Manual

Apakah semua keputusan direksi BUMN harus minta persetujuan komisaris? Di BUMN itu...

Kumpul Optimis
Catatan Dahlan Iskan

Kumpul Optimis

Dua hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah...

Stres Debanking
Catatan Dahlan Iskan

Stres Debanking

Debanking. Unbanked. Itu dua hal yang berbeda. Yang lagi digugat Donald Trump...

Catatan Dahlan Iskan

Hady Alan

Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus --tanpa keriput. Ia...