IKNPOS.ID – Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia (TSI) berencana mendirikan tempat rekreasi edukasi mengenai satwa di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Direktur TSI, Jansen Manansang, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sudah memulai proses pemetaan dalam menentukan calon lokasi Taman Safari di IKN.
“Kami berharap bisa segera merealisasikan ini. Pada tahun 2025, kami akan memulai pemetaan calon lokasi di IKN, sesuai dengan zona-zonanya,” ujar Jansen dalam pernyataannya di Taman Safari Bogor, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip Minggu 18 Agustus 2024.
Jansen menambahkan, bahwa IKN memiliki hutan yang luas dan cocok dimanfaatkan sebagai taman marga satwa. Menurutnya, potensi alam IKN mirip dengan kawasan Gunung Gede Pangrango, tempat di mana Taman Safari Bogor berada.
“Tentunya, hal ini membuat IKN menjadi lokasi yang ideal untuk membangun fasilitas konservasi satwa seperti Taman Safari,” ujarnya.
Selain itu, Jansen mengaku terkesan dengan pembangunan infrastruktur di IKN yang dinilai mampu mewujudkan visi pemerintah untuk menciptakan ibu kota baru yang modern dan berkelanjutan.
Ia juga memuji suksesnya penyelenggaraan upacara kemerdekaan perdana di Istana Negara, IKN, yang berlangsung lancar dan meriah.
“Itu suatu kebanggaan buat kita juga, karena nanti (IKN) menjadi ibu kota terbesar, maka di situ pun nanti akan ada Taman Safari Indonesia,” tuturnya.
Peran Penting Taman Safari Indonesia dalam Konservasi Satwa
Taman Safari Indonesia saat ini telah memiliki taman rekreasi dan situs konservasi kelas dunia yang terletak di enam lokasi, yaitu Taman Safari Bogor, Jakarta Aquarium Safari, Taman Safari Bali, Taman Safari Prigen, Taman Safari Solo, dan Safari Beach Batang.
Lembaga ini memiliki lebih dari 9.325 satwa dari 409 spesies dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahunnya.
Sejak didirikan pada tahun 1980, Taman Safari Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan satwa kembali ke alam liar.