Catatan Dahlan Iskan

Pikul Bayar

Share
Dahlan Iskan ketika menghadiri evet arak-arakan Dewa Cheng Ho di Semarang.--
Share

Matahari mulai tinggi. Udara mulai panas. Keringat bercucuran. Halaman Sam Poo Kong padat manusia. Juga padat dewa-dewa yang dipikul di tandu. Sambil terus digoyang-goyangkan.

Saya tidak sampai selesai di situ. Saya harus buru-buru balik ke Surabaya. Tepatnya: harus buru-buru mampir ke Jalan Lombok. Untuk menuntaskan dendam pada lun pia.

Sial. Harus menunggu satu jam. Antre. Terlalu banyak order on line. Apa boleh buat. Waktu tidak cukup. Langsung kabur ke jalan tol. Sepanjang jalan tol itu ingatan saya ke dendam yang tak terbalaskan itu: lun pia. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Singapura Gagal
Catatan Dahlan Iskan

Singapura Gagal

Oleh: Dahlan Iskan Setiap kali ke Suzhou tidak pernah lagi bermalam di...

Tamparan Mojtaba
Catatan Dahlan Iskan

Tamparan Mojtaba

Oleh: Dahlan Iskan Yang terlibat perang IsAm-Iran, yang hancur perasaan kita semua....

Fir'aun Baik
Catatan Dahlan Iskan

Fir’aun Baik

Oleh: Dahlan Iskan Fir'aun yang ke 18 lah yang mumminya paling banyak...

Catatan Dahlan Iskan

Tol Tentara

Oleh: Dahlan Iskan Yang paling saya kagumi selama di Mesir adalah jalan...