IKNPOS.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa IKN dirancang sebagai forest city atau kota hutan yang didukung oleh teknologi digital.
Konsep ini selaras dengan fokus penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN, yang akan didominasi oleh generasi muda yang ahli di bidang digital.
Basuki mengakui bahwa IKN bukanlah kota yang didesain untuk generasinya, tetapi untuk generasi Milenial dan Gen Z.
“IKN adalah buat yang Milenial dan Gen Z, bukan buat saya bukan buat Pak Jokowi,” kata Basuki di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 27 Agustus 2024.
Menurut Basuki, IKN didesain sebagai kota masa depan yang akan menjadi tempat tinggal dan berkarya bagi generasi muda di masa mendatang.
Dengan infrastruktur yang modern dan dukungan teknologi digital, ia berharap para ASN muda dapat menghayati dan menjalankan pekerjaannya dengan penuh dedikasi di IKN.
“Apa yang harus dilakukan para ASN ini, apapun konsepnya, Anda lakukan, ASN harus bisa mengimplementasikan program yang diberikan ke Kementerian dan Lembaga (KL). Paper atau konsep apapun, jika tidak terimplementasikan, itu hanya omong kosong. Jadi planning, budgeting, programming system harus ada, tetapi bagaimana cara mengimplementasikannya harus menjadi perhatian para ASN kita,” jelas Basuki.
Basuki juga menginformasikan perkembangan infrastruktur di IKN, di mana sebagian besar infrastruktur dasar telah selesai dibangun.
Salah satu yang telah rampung adalah embung atau waduk kecil untuk konservasi air. Dari target pembangunan 60 embung, saat ini 22 embung sudah selesai.
Dalam candaannya, Basuki menyebut embung tersebut dengan nama MBH—inisial dari namanya, Mohamad Basuki Hadimuljono—yang disambut dengan tawa oleh para hadirin.
Selain itu, Basuki juga menjelaskan bahwa hunian untuk ASN dan aparat keamanan yang akan ditugaskan di IKN sudah mulai tersedia.
Dari total 47 tower yang direncanakan, saat ini 14 tower sudah selesai dibangun. IKN juga mengusung konsep 10 minutes city, di mana jarak antara tempat tinggal, kantor, dan kawasan komersial dapat ditempuh dalam 10 menit, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan transportasi massal.