IKNPOS.ID – Proses pembangunan tahap I Ibu Kota Nusantara (IKN) masih terus berlangsung. Pembangunan yang masif membuat tiap sudut IKN, terutama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dipenuhi oleh aktivitas konstruksi.
Kondisi ini membuat kunjungan masyarakat umum ke IKN dibatasi. Terutam jelang upacara HUT Ke-79 Kemerdekaan RI yang akan dilangsungkan di Istana Negara IKN.
Namun di masa mendatang, IKN bisa diakses oleh siapapun. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan, IKN akan menjadi kota yang atraktif dan terbuka bagi semua orang.
“Kota yang semakin atraktif dan inklusif akan semakin banyak penduduknya,” ujar Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja, di Jakarta, Rabu.
Ciri kota yang atraktif itu artinya kota itu terjadi akumulasi dari berbagai sumber daya seperti sumber daya manusia, keuangan, sumber daya politik, sumber daya ekonomi berkumpul di kota biasanya seperti itu.
IKN ini memang kota seperti itu yang didesain, jadi kita tidak pernah melakukan pembatasan terhadap jumlah. IKN ini menjadi kota yang terbuka dan atraktif bagi semua orang, bukan hanya ASN
Endra menyampaikan bahwa kota itu bersifat organik dan terus berkembang sesuai akumulasi sumber dayanya.
“Apakah bisa kita membatasi Surabaya dan Denpasar untuk tumbuh? Tidak pernah bisa, karena kota bersifat organik dan terus berkembang sesuai dengan akumulasi sumber dayanya. Jadi kita tidak pernah bisa membatasi kota, karena selalu dia sebagai sistem yang terbuka bagi semua,” katanya.
Menurut dia, IKN bukan sebagai kota yang eksklusif, bukan kota yang khusus untuk ASN. Memang ada ASN karena merupakan kota pusat pemerintahan, tapi di dalam IKN sendiri ada fungsi-fungsi lain yang juga signifikan seperti fungsi komersial, ekonomi, sosial, olahraga, serta mixed used.
“Jadi saya kira fungsinya bukan hanya untuk ASN. Jadi intinya kita tidak menginginkan bahwa IKN ini menjadi kota yang tidak atraktif,” katanya.