RAPBN tersebut menunjukkan komitmen yang kuat terhadap sektor infrastruktur, yang akan terus mendorong pertumbuhan konstruksi.
“Keberlanjutan sektor infrastruktur sangat erat kaitannya dengan alokasi anggaran. RAPBN 2025 masih memberikan cukup ruang bagi sektor infrastruktur dan konstruksi untuk berkembang,” tambahnya.
Ike juga menyinggung bahwa penurunan saham konstruksi baru-baru ini lebih disebabkan oleh kepanikan pasar, seperti kekhawatiran akan gagal bayar, daripada faktor fundamental.
Dengan sinyal kuat dari pemerintah mengenai kelanjutan proyek IKN dan dukungan dari RAPBN 2025, sektor konstruksi dan semen diproyeksikan akan terus mendapatkan dukungan dan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi ke depan.