Catatan Dahlan Iskan

Jaksa Terdakwa

Share
Share

Dengan gambaran seperti itu Kamala seperti sangat menunggu debat itu. Kamala tahu Trump sering menghujatnya di kampanye-kampanyenya. Kamala pun hanya bisa menyindir: seorang gentleman akan memilih menyampaikan langsung kritik di depan yang dikritik.

Trump mengerti lagi disindir. Trump langsung menyatakan bersedia debat dengan Kamala. Maka debat bulan depan nanti sangat seru.

Tentu bukan hanya debat antara capres laki-laki dan capres perempuan. Antara ”jaksa” dan ”terdakwa”. Antara konglomerat dan kelas menengah. Antara kulit hitam dan kulit putih. Serba diametral.

Trump telanjur pede agung: ‘hanya’ akan melawan Joe Biden yang lebih tua, gagap dengan popularitas yang lagi turun. Tiba-tiba kini harus berhadapan dengan Kamala: capres yang datang dari kulit hitam.

“Rasanya selama ini kita hanya mendengar Kamala itu keturunan India,” begitu kurang lebih cara Trump memojokkan Kamala.

Trump seperti tidak ingin Kamala diidentikkan sebagai kulit hitam. Bahaya. Bisa terjadi seperti di awal kemunculan Capres Obama. Mayoritas kulit hitam memilih Obama.

“Kok tiba-tiba mengaku kulit hitam,” kira-kira begitu inti kata-kata Trump menyindir Kamala.

Situasi di lapangan memang mirip dengan di awal masa Obama. Heboh. Bergairah. ”Kamala adalah kita”. Di mana-mana.

Kamala memang tidak pernah masuk gorong-gorong tapi dia pernah bekerja di McDonald.

“Hanya orang dari kelas menengah yang tahu keinginan orang kelas menengah,” ujar Kamala. “Konglomerat tidak akan tahu itu. Konglomerat hanya tahu dirinya sendiri”.

Di situ debat ekonomi akan seru: jalan mana yang harus ditempuh agar negara maju.

Trump memilih jalan lewat orang-orang kaya. Mereka yang mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Mereka yang terbukti mampu menciptakan lapangan kerja.

Kamala memilih jalan lewat kelas menengah. Bila kelas menengah kuat negara akan kuat. Pajak untuk mereka harus dipotong. Biaya hidup dan kesehatan mereka tidak boleh jadi objek kerakusan bisnis farmasi.

Saya tidak sabar menunggu debat itu. Rasanya Anda juga tidak sabar menunggu debat antara Ridwan Kamil dan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Oei Al-Kaff

Oleh: Dahlan Iskan Foto di museum Mukalla ini tidak asing di literatur...

Mata Lasik
Catatan Dahlan Iskan

Mata Lasik

Oleh: Dahlan Iskan Di kursi belakang mobil Noah ini juga ada satu...

Catatan Dahlan Iskan

Lumbung Komisi

Oleh: Dahlan Iskan "Nisa masuk rumah sakit," ujar wanita muda itu saat...

Catatan Dahlan Iskan

Mati Efisien

Oleh: Dahlan Iskan Justru saya yang mereka sebut sebagai petir. Yakni saat...