Selain itu, dia menyoroti sistem penerimaan tenaga kerja yang juga perlu diubah. Di Indonesia, kualifikasi pendidikan sering kali lebih diutamakan daripada keterampilan.
“Mindset ini harus diubah. Di IKN, sebagai ibu kota negara yang futuristik dan kota dunia. Kita harus memprioritaskan keterampilan,” lanjut Alimudin.
Sebelumnya, Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Irsyad Zamjani menyebut peta jalan pendidikan di IKN mendukung sekolah yang inklusif dan beragam.
Menurutnya, pendidikan di IKN perlu persiapan yang sangat matang. Karena aspek tersebut adalah modal utama untuk mewujudkan pembangunan bangsa yang maksimal. Sehingga sekolah di IKN harus menjadi contoh pendidikan yang berkualitas.