IKNPOS.ID – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dipercaya bisa meningkatkan dan menggairahkan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten PPU, Nurlaila. “Kami optimistis keberadaan ibu kota baru Indonesia tumbuhkan investasi di daerah mitra Kota Nusantara,” ujar Nurlaila, Kamis 22 Agustus 2024.
Menurutnya, keberadaan calon ibu kota baru Indonesia di Kecamatan Sepaku, sebagian wilayah Kabupaten PPU tersebut, diyakini membuat banyak penanam modal melirik untuk menanamkan modal di Benuo Taka.
Terdata sepanjang 2022 realisasi investasi sektor penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) lebih kurang Rp1,39 triliun atau melampaui target dari pemerintah kabupaten sekitar Rp1 triliun.
“Pada 2023 investasi ditargetkan Rp2 triliun dan realisasi hanya Rp1,6 triliun, tapi angka capaian itu bertambah dari realisasi pada 2022,” tambahnya.
Investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang 2023 tersebut terinci, sektor PMDN sekitar Rp1,4 triliun, dan sektor PMDN kisaran Rp161 miliar.
Sepanjang 2024 ditargetkan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara lebih kurang Rp2,5 triliun, menurut dia, dan hingga kini telah terealisasi sekitar Rp1,6 triliun.
Capaian realisasi investasi tersebut antara lain, ia menimpali lagi, dari sektor PMDN kisaran Rp1,3 triliun, dan PMA berkisar Rp322 miliar. “Masih ada sisa waktu sampai akhir tahun diperkirakan bisa capai target, bahkan mungkin lampaui target,” ucapnya lagi.
“Dengan adanya para pemilik modal membuka usaha di sejumlah bidang dipastikan lapangan pekerjaan terbuka lebar, kehadiran ibu kota baru Indonesia membawa manfaat dan keuntungan bagi pemerintah kabupaten dan masyarakat,” laanjut Nurlaila.