“Ya Bu.”
***
“Ini kelas TPF kita yang ngisi emang Kak Dea terus? Gue jarang masuk, tapi sekalinya masuk kok Kak Dea lagi?”
“Gak tahu nih, Bu Mutia cuma masuk pas pengenalan silabus aja. Sisanya Kak Dea.”
“Oh gitu, sibuk kayanya, jadi anggap aja dosen kita Bu Dea ya, asistennya Kak Mutia.”
“Iya, wkwkwk.”
***
“Untuk UAS TPF kalian, buat makalah ya. Ini tugas individu ya, bukan kelompok. Ini formatnya.”
“Baik Bu Mutia. Untuk penilaiannya gimana Bu?”
“Kalau kalian sekedar nulis sampai selesai, nilainya C. Kalau berhasil sampai terbit di SINTA 6, C+. Terbit di SINTA 5, B-. SINTA 4, B. SINTA 3, B+, SINTA 2, A-. Yang paling tinggi SINTA 1, nilainya A.”
“Berarti harus terbit di jurnal nasional Bu?”
“Iya, cantumkan saja nama saya jadi corresponding author di belakang nama kalian. Biasanya reviewer-nya udah pada tahu nama saya, kemungkinan diterimanya besar.”
“Baik Bu.”
***
“Enak ya kuliah Bu Mutia.”
“Iya, tugasnya cuma 1 makalah doang, sisanya diceramahin asisten.”
“Recommended lah buat kuliah pilihan.”
“Pantes aja isinya 50-an mahasiswa terus, penuh.”
***
“Bu Mutia, ini ada surat dari pusat.”
“Apa isinya?”
“Penghargaan jurnal nasional terbanyak sekampus tahun ini.”
“Oh, mantab. Lumayan juga dua semester ngajar TPF.”
“Apa hubungannya Bu?”
“Ada 2 semester kali 50 mahasiswa bikin makalah jurnal nasional, semua nyantumin nama saya.”
“…”
“Pastikan semester depan saya ngajar TPF lagi.”
***
“Halo, Bu Mutia, ini Dea.”
“Kenapa Dea?”
“Ini honor asisten gak masuk dari jadwal yang seharusnya Bu.”
“Oh, iya, biasanya memang telat 3 bulan.”
“Honor asisten yang cuma 500 ribu per semester itu selalu telat Bu? Walaupun dari 15 pertemuan, 13 di antaranya saya yang ngajar?”
“Iya, memang begitu. Dari jaman saya mahasiswa dulu juga gitu.”
***
“Erna, lu apa kabar?”
“Widih, tumben kontak gue Mut. Gimana nih?”
“Lu masih jadi dosen di Malaysia?”
“Masih lah, ogah gue balik, apalagi denger cerita elu. Di sini segalanya difasilitasi, mau APC jurnal puluhan juta juga dibayarin kampus.”
“Wih, coba kampus gue kaya gitu ya.”
“Lu bisa catut nama gue aja jadi co-author, entar gue reimburse-in ke kampus sini.”