Home Borneo Perusahaan Tiongkok Akan Investasi Rp 13,8 Triliun di Kaltim, Delegasi Datang 15 Juli 2024
Borneo

Perusahaan Tiongkok Akan Investasi Rp 13,8 Triliun di Kaltim, Delegasi Datang 15 Juli 2024

Share
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (kanan) saat berkunjung dan bertemu bos Anhui Guangxin Agrochemical Co.Ltd, Guo Xuejun, Juni 2024. Foto: Disbun Kaltim
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (kanan) saat berkunjung dan bertemu bos Anhui Guangxin Agrochemical Co.Ltd, Guo Xuejun, Juni 2024. Foto: Disbun Kaltim
Share

IKNPOS.ID-Pengusaha dari Tiongkok,perusahaan Anhui Guangxin Agrochemical Co.Ltd, siap menggelontorkan investasi sebesar Rp13,8 triliun di sektor pertanian Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini diungkapkan,Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dalam keterangan yang mengumumkan kelanjutan Kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Tiongkok.

Rencana investasi ini mencakup pembangunan kawasan industri terintegrasi yang diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di Kaltim.

“Kerja sama dengan Tiongkok semakin nyata. Besok, tanggal 15 hingga 17 Juli 2024, delegasi dari Tiongkok akan datang ke Kaltim,” kata Akmal Malik.

Vice President Anhui Guangxin Agrochemical Co.Ltd, Guo Xuejun, menyatakan bahwa mereka membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare untuk proyek ini.

Akmal Malik menyampaikan bahwa luas kawasan pertanian sebesar 3.452.553,66 hektare. Dan ada 284 perusahan perkebunan, dengan luas tanam 1.345.364 hektare, terdiri dari kebun inti (971.271 hektare), kebun rakyat/plasma (240.845 hektare). Jumlah tenaga kerja perkebunan sebesar 318.165 orang.

Jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) sebanyak 109 unit (105 aktif, dan 4 tidak aktif). Dengan pproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 19.730.667 ton, produksi crude palm oil (CPO) sebanyak 4.567.663 ton.

Luas komoditi kelapa sawit di Kaltim pada 2023 adalah 1.332.015 hektare dengan produksi TBS sebesar 20.710.978 ton tersebar di 10 kota/kabupaten, dan jumlah tenaga kerja perkebunan sebesar 214.973 orang.

“Adapun nilai investasi terbagi menjadi dua bagian, untuk investasi awal sebesar USD 300 juta dan pengembangan selanjutnya sebesar USD 500 juta dengan total investasi senilai Rp13,8 triliun,” ucap Akmal Malik menirukan ucapan Guo Xuejun.

Akmal Malik menekankan bahwa Kaltim, sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN), tengah mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di Kaltim dan IKN.

“Kita mengundang tim awal Anhui Guangxin Agrochemical Co.Ltd ke Kalimantan Timur untuk melakukan survei dan akan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dari segi bahan baku, lokasi lahan yang diinginkan, dan tenaga kerja yang akan dibutuhkan,” tambahnya.

Share
Related Articles
Borneo

Masuk Awal Ramadan, Harga Cabai dan Daging di Serambi IKN Merangkak Naik

fin.co.id - Harga sejumlah komoditas seperti cabai dan daging sapi di Kabupaten...

Borneo

Besaran Zakat Fitrah di Kabupaten Penyangga IKN Turun Rp3.000 pada Ramadan 2026

IKNPOS.ID - Nilai zakat fitrah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan...

Borneo

Pemprov Kaltim Jadi Sorotan! Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Picu Perdebatan Publik

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menjadi sorotan publik setelah terungkap...

Borneo

Selama Ramadan Peserta Didik di Serambi IKN Dapat Menu MBG Makanan Kering

IKNPOS.ID - Selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, peserta didik di Kabupaten Penajam...