“Kami juga akan menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah dan lembaga Indonesia untuk memimpin pasar AAM di masa mendatang,” papar Kim.
Uji coba ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Otorita IKN dengan Hyundai Motor Group pada 14 November 2022 di Bali pada rangkaian kegiatan G20.
“Otorita IKN telah bekerja sama dengan Hyundai sejak 2022 dalam mengkaji dan mengembangkan solusi mobilitas udara di Indonesia,” ujar Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi.
Kerja sama ini, lanjutnya, merupakan bagian dari peran Nusantara sebagai living lab. Yaitu kolaborasi dalam pengembangan teknologi dan testbed bagi inovasi.
Keberhasilan uji coba ini menjadi bukti ketertarikan dan keseriusan perusahaan global dalam berpartisipasi mengembangkan Nusantara.
“Uji coba ini menunjukkan komitmen kami dalam mendukung inovasi teknologi dan transisi menuju energi berkelanjutan,” terang Ali Berawi.
Setelah pelaksanaan uji coba, UAM akan melalui pengembangan lebih lanjut. Yakni melalui serangkaian studi yang terdiri atas kajian teknologi, kajian ekonomi, kajian lingkungan, kajian sosial, kajian regulasi dan kebijakan, serta kajian infrastruktur.
Terkait hal tersebut, pengoperasian UAM baru diperkirakan baru dapat dilaksanakan setelah tahun 2030. Tergantung pada hasil kajian lebih lanjut.
Otorita IKN juga akan memberikan dukungan penuh kepada UMKM dalam rantai pasok industri. Kebijakan ini mencakup penentuan kontribusi melalui perkembangan teknologi transportasi udara terbaru.
