“Contohnya, kita mau tarik dana ultra high individual atau orang super kaya seperti Bill Gates, Jeff Bezos. Kemudian ada keluarga Louis Vuitton. Lalu beberapa orang super kaya kayak jandanya Steve Jobs, dan sebagainya,” urainya.
Mereka itu, lanjutnya, punya family office di berbagai negara. Uang yang dikelola nilainya triliunan Dolar Amerika Serikat.
“Nah, pemerintah itu ingin kira-kira menarik sekian persen dari dana mereka itu untuk investasi di Indonesia. Kira-kira seperti itu,” terangnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan kepala lembaga untuk membahas potensi skema investasi family office dalam rapat internal di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pemerintah memproyeksikan investasi dari family office yang bisa ditarik ke Indonesia mencapai 500 miliar Dolar AS dalam beberapa tahun ke depan.
Jumlah tersebut merupakan 5 persen dari total dana yang dimiliki perusahaan keluarga atau family office di dunia sebesar 11,7 triliun dolar AS.
Ide mengenai pembentukan family office dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di sela World Water Forum Ke-10, di Nusa Dua, Bali.
Family office biasanya menyediakan berbagai layanan, seperti manajemen investasi, perencanaan keuangan, dan perencanaan pajak.
Di family office, kata Luhut, investor asing dapat menaruh uang mereka tanpa dikenakan pajak dan hanya akan dikenakan pajak apabila terdapat penciptaan lapangan kerja dari investasi tersebut.