“Kalau untuk bahannya beberapa dari Krakatau Steel. Karena kan ada peraturan TKDN dari pemerintah,” kata I Nyoman Nuarta kepada IKNPOS.ID di lokasi.
I Nyoman Nuarta mengungkapkan, bahwa bahan baku pada patung Garuda menggunakan material kuningan dan baja khusus agar kantor kepresidenan tidak merasakan panas berlebih.
Pemilihan Kuningan dan Baja sebagai bahan patung Garuda dilatarbelakangi oleh kondisi cuaca di IKN yang berbeda dengan Pulau Jawa.
“Kuningan kalau dihantam matahari langsung panas 20 centimeter. Jadi langsung menguap,” ungkapnya.
Selain itu, kata Nyoman, penggunaan kuningan dan baja pada ikon ibu kota baru itu bakal mempermudah dalam perawatan dan tidak mudah kotor mengingat kantor presiden masuk dalam bangunan gedung fungsi khusus (BGFK).
“Pake itu (kuningan dan baja) supaya nanti kantor presiden terjamin kebersihan tanpa harus dirawat,” terangnya.
Jadi misalkan terima tamu agung harus bebersih dulu. Ini gak ada lagi, tapi perlu dirawat tanaman di dalamnya,” imbuhnya.
Pembuatan bilah Garuda di workshop I Nyoman Nuarta di Sepaku merupakan perpaduan sempurna antara seni, teknologi, dan dedikasi tinggi.
Material weathering steel yang dipilih bukan hanya memberikan kekuatan dan daya tahan, tetapi juga menambah keindahan estetika patung seiring waktu.
Di bawah bimbingan langsung I Nyoman Nuarta, patung Garuda di Istana Presiden IKN akan menjadi simbol kekuatan, kemegahan, dan keindahan yang abadi, mencerminkan nilai-nilai budaya Indonesia dan visi masa depan yang progresif.
Catatan: Untuk diketahui, Pembangunan landmark Garuda di Kantor Presiden Ibu Kota Nusantara (IKN) telah rampung pada Sabtu 20 Juli 2024 lalu.
Hal ini ditandai dengan pemasangan bilah terakhir dan tertinggi atau disebut topping off Garuda di Kantor Presiden IKN.
Bilah Garuda di Kantor Presiden IKN ini berjumlah 4.650 unit. Dengan desain sayap yang lebar, bilah ini akan menjadi simbol ikonik dari IKN.
(Derry Sutardi)