IKNPOS.ID – Pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur bukan hanya perubahan administratif dan pemerintahan, tetapi juga memiliki implikasi geostrategi yang signifikan, terutama dalam hal pertahanan dan keamanan negara.
Untuk itu, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen Novi Helmy Prasetya meminta dukungan komponen non-militer, selain komponen pertahanan negara dari ketiga matra TNI.
Hal itu disampaikan Novi lewat Paban IV/Komsos Ster TNI Kolonel (Arm) Budi Saroso saat acara komunikasi sosial dengan komponen pemerintah bertemakan
“Sinergi Bersama Komponen Pemerintah Mendukung Pembangunan IKN Nusantara Menuju Indonesia Emas” di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 25 Juli 2024.
“Hal tersebut merupakan konsep kekuatan pertahanan semesta yang mutlak. TNI sebagai alat pertahanan negara, siap mendukung pemindahan ibu kota ke IKN, Kalimantan Timur,” kata Novi dalam siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, dikutip Minggu 28 Juli 2024.
Novi mengakui, bahwa pemindahan ibu kota ke Nusantara menimbulkan pro dan kontra.
“Namun, sebagai negara demokrasi, sudah seharusnya seluruh komponen bangsa mendukung ketika keputusan sudah diambil dan ditetapkan oleh undang-undang,” ujarnya.
Menurut Novi, masyarakat perlu meminimalisasi ekses negatif pemindahan ibu kota ke IKN.
“Karena pada dasarnya, tidak ada satu keputusan apa pun yang memuaskan semua pihak. Sebaliknya, keputusan yang memberikan manfaat besar kepada bangsa harus didukung sebagai wujud kecintaan dan bakti untuk negara,” pungkasnya.