Home Borneo Dampak IKN, Permintaan Property di Balikpapan dan Samarinda Melonjak Nyaris 70 Persen
Borneo

Dampak IKN, Permintaan Property di Balikpapan dan Samarinda Melonjak Nyaris 70 Persen

Share
Share

IKNPOS.ID – Dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur perlahan mulai dirasakan dari tingginya permintaan property di kota-kota penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda.

Berdasarkan hasil riset dari Rumah123, permintaan rumah di wilayah sekitar IKN tumbuh sebesar 63,4 persen selama tahun 2023.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan IKN dan sekitarnya pada tahun 2023 melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan.

Beberapa kota dan kabupaten yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi antara lain Balikpapan dengan 6,5 persen, Samarinda 8,6 persen, Kutai Kartanegara 5,1 persen, dan Penajam Paser Utara yang mencatatkan lonjakan luar biasa sebesar 29,8 persen.

“Pertumbuhan ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan di kawasan IKN,” kata Marisa dalam kterangan resminya, Sabtu 20 Juli 2024.

Selama periode Januari-April 2024, mayoritas pencari properti di sekitar kawasan IKN masih fokus pada rumah tapak dan tanah.

“Balikpapan dan Samarinda mencatatkan permintaan rumah tapak tertinggi, masing-masing sebesar 69,1 persen dan 48,1 persen,” ujarnya.

Sementara itu, permintaan tanah paling tinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (86,2 persen) dan Kutai Kartanegara (76,5 persen).

Selain rumah dan tanah, terdapat permintaan atas ruko dengan persentase tertinggi di Samarinda sebesar 29,3 persen.

“Temuan ini memperlihatkan bahwa mayoritas permintaan di kabupaten yang menjadi bagian dari wilayah IKN adalah tanah, sementara di kota-kota terdekat, permintaan didominasi oleh rumah tapak,” ucapnya.

Investasi

Marisa menambahkan, tren ini menunjukkan minat masyarakat yang tinggi untuk berinvestasi di sekitar wilayah IKN dengan mencari tanah atau lahan kosong.

“Investasi dalam bentuk tanah dianggap memberikan fleksibilitas lebih bagi individu untuk mengembangkan properti sesuai kebutuhan dan tren pasar properti di masa depan,” ujarnya.

Selain itu, nilai tanah diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan kawasan IKN.

Share
Related Articles
Borneo

Banjarmasin Uji Coba Vaksin DBD di 3 SD, 7.500 Dosis Disiapkan untuk Tekan Kasus Demam Berdarah

IKNPOS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin mulai melakukan uji coba program vaksin...

Borneo

Jaga Kebersihan Pesisir Serambi IKN, Polres PPU Gelar Kerja Bakti di Pantai Sipakario

IKNPOS.ID - Dalam rangka menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, jajaran Polres Penajam...

Borneo

Upaya Percepatan Pembangunan Wilayah Penyangga IKN, Pemkab PPU Kerja Sama dengan BUMN

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),...

Borneo

Kaltim Berpeluang Jadi Tuan Rumah AFF U-17 2026, PSSI Verifikasi Tiga Stadion Andalan

IKNPOS.ID - Peluang Kalimantan Timur menjadi tuan rumah turnamen sepak bola internasional...