Catatan Dahlan Iskan

Pulang!

Share
Catatan Dahlan Iskan-Kantor pusat Lukas Film di San Fransisco, California dengan pemandangan Golden Gate
Share

Tiba di San Fransisco kami tidak menginap di rumah teman lama maupun teman baru. Saya menginap di rumah temannya teman. Agak sungkan juga dapat gratisan jenis itu.

Ia teman satu kelas suaminya Janet. Tinggalnya di Palo Alto. Di kawasan Silicon Valley. Tidak jauh dari kampus Stanford University.

Ia juga punya rumah di Beijing. Istrinya lagi pulang ke Beijing. Anak pertamanya sudah kerja di New York. Yang kedua kuliah di kota lain. Ia lagi bujangan. Kamarnya lima. Halaman belakangnya bisa untuk senam dansa.

Rumahnya di Beijing di dekat universitas terbaik di Tiongkok: Tsinghua University. Yang di California dekat Stanford.

Ia sendiri lulusan teknologi penerbangan di universitas kota kecil di Tiongkok. Cita-citanya kuliah di universitas terbaik tidak kesampaian. Tapi dua rumahnya, semua, kini di dekat universitas terbaik di dua negara.

Kevin kelihatan gelisah ketika tahu tidak bermalam di hotel. “Masak saya harus bermalam di rumah temannya temannya teman,” katanya dalam bahasa Jawa Semarangan.

Proses memiliki teman baru ternyata berliku. Tapi rupanya sulit juga bagi Kevin untuk bisa berteman baru dengan tuan rumah. Beda generasi. Ngobrol pun sulit: harus lewat saya sebagai penerjemah. Meski sudah delapan tahun di Amerika kelihatannya ia masih sulit untuk ngobrol dalam bahasa Inggris.

Dua hari di San Fransisco kami asyik-asyik saja. Selalu berlima. Pakai BMW SUV milik tuan rumah. Yang termuda yang jadi sopir: Kevin. Ia lebih menguasai peta San Fransisco. Apalagi salah satu tujuannya adalah ke kantor pusat Lucas Film.

Dari salah satu gedung Lucas Film itu kami bisa melihat Golden Gate. Juga bisa melihat Palace of Fine Art. Maka setelah keliling Lucas Film kami pun ke dua lokasi itu. Dekat sekali. Hanya segelindingan roda. Sesekali me time.

Tentu saya juga diantar ke Stanford University. Juga ke Apple. Semua berdekatan –kalau pakai mobil. Kawasan Silicon Valley begitu gemah ripahnya.

Saya potong rambut di situ. Pesiapan pulang! (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Imron Djatmika
Catatan Dahlan Iskan

Imron Djatmika

Oleh: Dahlan Iskan Inilah dua orang yang tahu kapan harus berhenti jadi...

FDI Purbaya
Catatan Dahlan Iskan

FDI Purbaya

Oleh: Dahlan Iskan Konkret saja. Saya mencoba inventarisasikan apa saja yang jadi...

Catatan Dahlan Iskan

Guinness Patrick

Oleh: Dahlan Iskan Selain Bahlil ada lagi orang hebat dari Fakfak: Patrick...

Catatan Dahlan Iskan

Makan Susu

Oleh: Dahlan Iskan FOTO makan siang di Madinah itu saya kirim ke...