Catatan Dahlan Iskan

Vina Meritokrasi

Share
Share

Perdagangan darat timur-barat tersumbat. Turkiye begitu berkuasa. Berjaya. Bisa mengeruk keuntungan dari blokade itu.

Gara-gara itulah Eropa menemukan kapal. Bisa mencapai Asia tanpa lewat Turkiye. Pun ketika kapal harus mutar jauh ke selatan dulu –lewat Tanjung Harapan.

Salah satu hasilnya: kita pun dijajah. Lalu terusan Suez dibuka. Turkiye kehilangan peran strategisnya.

Pun OPEC. Karena harga minyak dinaikkan terus energi baru ditemukan. Lalu dicari kelemahan energi minyak. Energi baru akan mengalahkan energi lama.

Banyak kejadian seperti itu. Di banyak bidang.

Tentu saya ingat koran. Juga selalu menaikkan harga. Apalagi harga iklan. Sampai tidak masuk akal. Lalu muncul berita online. Koran adalah rombongan yang paling awal ditinggalkan.

Di balik kesulitan ada udang. Kinilah saatnya para pemikir pendidikan online tersinggung: mengapa belum bisa mengalahkan pendidikan konvensional.

Belanja online –terutama delivery food– sudah hampir mengalahkan toko dan restoran. Pendidikan online masih dianggap belum pendidikan.

Mungkin kampus-kampus memang tidak akan seperti koran. Kelemahan koran adalah perlu bahan baku kertas dan perlu diantar ke rumah pelanggan.

Universitas tidak perlu beli bahan baku. Pun pelanggannya mau datang sendiri ke kampus. Bahwa harus punya gedung dan alat-alatnya, koran juga.

Bahwa harus membayar dosen yang banyak, koran juga harus membayar banyak wartawan. Koran masih harus beli bahan baku kertas –yang harganya 80 persen sendiri terhadap semua pengeluaran.

Di mana-mana biaya pendidikan mahal. Kini sudah ada pilihan yang murah –sepanjang setiap orang punya keinginan maju. Keinginan kadang datang harus dengan dipaksa.

Di Tiongkok pemaksaan itu dari orang tua –pun orang tua yang miskin. Di sana meritokrasi sudah membudaya pun sejak di zaman kerajaan. Meritokrasi tidak hanya membuat birokrasi lebih efisien tapi juga menimbulkan budaya berpendidikan di masyarakatnya. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Disway Edisi 25 Mei 2024 Berjudul Puting Beliung

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Tarim Bayi

Oleh: Dahlan Iskan Orang-orang Darul Mustofa pun ternyata salat Jumat di masjid...

Tarim Tanah
Catatan Dahlan Iskan

Tarim Tanah

Oleh: Dahlan Iskan "Dari mana Anda tahu saya sedang di Tarim?" "Hari...

Catatan Dahlan Iskan

Berpisah Istri

Oleh: Dahlan Iskan Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu...

Imron Djatmika
Catatan Dahlan Iskan

Imron Djatmika

Oleh: Dahlan Iskan Inilah dua orang yang tahu kapan harus berhenti jadi...