Home News Pak Bas Akan Pindah Jika Akses Air Siap
News

Pak Bas Akan Pindah Jika Akses Air Siap

Share
Menteri PUPR yang juga menjabat Plt Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan 36 rumah menteri di IKN siap digunakan saat upacara 17 agustus 2024. Foto: Dok/PUPR
Menteri PUPR yang juga menjabat Plt Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan 36 rumah menteri di IKN siap digunakan saat upacara 17 agustus 2024. Foto: Dok/PUPR
Share

IKNPOS.ID– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono enggan pindah ke IKN jika akses air belum siap.

Menteri Basuki juga mengatakan bahwa demikian halnya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan pindah ke IKN jika akses air telah siap.

Sebelumnya, Menteri yang akrab disapa Pak Bas itu menegaskan kepindahannya ke IKN akan dilakukan pada Juli 2024.

“Lho iya, saya juga enggak (mau pindah). Jadi saya juga mau pindah kalau airnya sudah masuk,” ungkapnya saat ditanya wartawan tentang kepindahan Presiden Jokowi ke IKN, Selasa 21 Mei 2024.

Air, kata Basuki, merupakan kebutuhan esensial. Listrik bisa ditopang dengan genset, tetapi kalau air sulit. Tidak mungkin, menurut Basuki, mereka harus bergantung pada air kemasan.

“Jadi kita masukkan, Insyaallah akhir Juni, air sudah bisa masuk sampai ke hotel, perkantoran, dan rumah,” ujarnya.

Saat bertemu dengan Deputi Menteri Kebijakan Manajemen Air Kementerian Lingkungan Korea Selatan (Korsel) Jae-Heyon Park, Minggu 19 Mei 2024.

Basuki sempat meminta dukungan kepada pemerintah Korsel untuk mempercepat kolaborasi pembangunan SPAM di Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini.

“Kami masih perlu dukungan pemerintah Korea untuk mempercepat kolaborasi pembangunan SPAM lainnya di IKN tahun ini,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa 20 Mei 2024.

Adapun, kerja sama dengan Korea Selatan ini mencakup Net Zero Water Supply Infrastructure Project di IKN.

Proyek ini sedang dalam proses penyelesaian detail engineering desain (DED). Seperti diketahui, IKN membutuhkan 600 liter per detik. Sebanyak 300 liter per detik sudah dibuat pemerintah yang nanti akan masuk akhir Juni.

“Tapi untuk yang 600 itu sampai tahun 2030, itu akan mulai dibangun tahun 2024 ini. Itu yang listriknya pakai, itu yang net zero itu listriknya dengan surya dan sebagainya,” ujar Basuki.

Untuk proyek ini, kata Basuki, merupakan hibah dari Korea Selatan. Sementara itu, akses air tahap awal sepenuhnya biaya APBN.

Share
Related Articles
Harga Minyak Dunia Menggila, Menkeu Purbaya Beri Kode Keras Kenaikan BBM
News

Harga Minyak Dunia Menggila! Menkeu Purbaya Beri Kode Keras Kenaikan BBM

IKNPOS.ID - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara terbuka memberikan sinyal bahwa...

Range Rover KT 1 Gubernur Kaltim Viral! Ternyata Begini Status Kendaraannya
News

Range Rover KT 1 Gubernur Kaltim Viral! Ternyata Begini Status Kendaraannya

IKNPOS.ID - Jagat media sosial sempat ramai membahas sebuah mobil mewah berpelat...

Evakuasi WNI di Iran
News

Terehan: Negara yang Ikut Serang Iran Bersama AS Akan Jadi Target Balasan

IKNPOS.ID - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyatakan bahwa negara...

Ini Paket Uang Baru Rp5,3 Juta dari Bank Indonesia yang Diburu Warga
News

Ini Paket Uang Baru Rp5,3 Juta dari Bank Indonesia yang Diburu Warga

IKNPOS.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan uang pecahan baru selalu...