Menurut Dony, koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian menjadi faktor utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana.
“Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, yang turut hadir mendampingi kunjungan kerja tersebut, menyatakan bahwa keterlibatan BSI tidak hanya terbatas pada layanan perbankan, melainkan memastikan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk bangkit kembali.
“Hunian Sementara (Huntara) ini menjadi solusi krusial bagi saudara-saudara kita di Aceh yang kehilangan tempat tinggal. Sesuai arahan Danantara, kami memastikan hunian ini memenuhi standar ‘Layak’—artinya tidak sekadar memberikan atap, tetapi memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat agar warga bisa kembali produktif,” ujar Anggoro
BSI mendukung penuh standar “Layak” yang ditetapkan Danantara Indonesia. Huntara yang dibangun tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi mencakup ekosistem kehidupan yang lengkap.
Setiap unit dirancang dengan konsep modular untuk kecepatan dan kualitas, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti listrik gratis, akses air bersih, drainase yang baik, hingga konektivitas Wi-Fi gratis untuk mendukung akses informasi dan ekonomi digital warga.
“Fasilitas ini penting agar pemulihan tidak hanya fisik, tapi juga sosial dan ekonomi,” tambah Anggoro.
Komitmen Berkelanjutan BSI di Aceh
Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana.
BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 140 ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, serta menyediakan layanan trauma healing di zona anak.
Dari sisi operasional perbankan, BSI memastikan seluruh layanan di Aceh telah beroperasi normal per 30 Desember 2025. BSI juga proaktif menjalankan program restrukturisasi pembiayaan untuk meringankan beban nasabah yang terdampak bencana.



