IKNPOS.ID – Dalam upaya mendukung Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam memperkuat ketahanan pangan, Asosiasi Petani Ibu Kota (APIK) menggelar Rembuk bertajuk “Konsolidasi APIK dalam Mendukung Ketahanan Pangan IKN”.
Rembuk ini diikuti dengan kegiatan penanaman bibit buah serta penebaran benih ikan di wilayah IKN pada Jumat (28/11/2025). Agenda ini berlangsung di kawasan Embung Botanical Garden dan sekaligus menandai peringatan HUT ke-2 APIK.
Pada kegiatan penanaman, APIK bersama Otorita IKN menanam total 400 bibit buah. Seluruh bibit ditanam di kawasan Embung Botanical Garden sebagai upaya memperkaya ruang hijau produktif dan mendukung kemandirian pangan Nusantara.
Selain itu, APIK juga melakukan penebaran benih ikan dengan total mencapai 357 kilogram. Penebaran benih ikan ini bertujuan meningkatkan ketersediaan sumber protein sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan di kawasan IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasinya atas peran APIK dalam mendukung pembangunan Nusantara. Ia berharap kegiatan ini menjadi sesuatu yang terus dilakukan untuk bersama menjaga ketahanan pangan Nusantara.
“Selamat ulang tahun kami ucapkan untuk APIK. Semoga di umur APIK saat ini, kita bisa terus berkolaborasi mewujudkan IKN sebagai forest city. Untuk membangun kota yang hijau, kita harus lakukan itu bersama-sama. Maka harapan kami, APIK dapat terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan produksi lokal, serta mendorong ekosistem pertanian yang ramah lingkungan di IKN,” ujarnya.
Ketua APIK, M. Ardiansyah, menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat peran petani lokal sebagai bagian dari pembangunan IKN yang berkelanjutan.
“Bagi APIK, kegiatan hari ini bukan hanya seremonial, tetapi bentuk nyata kontribusi petani untuk masa depan Nusantara. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang tinggal di IKN ke depan memiliki akses kepada sumber pangan yang sehat, berkualitas, dan berasal dari produksi lokal. Karena itu, APIK siap terus bersinergi dengan Otorita IKN untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekosistem pertanian yang adaptif, produktif, dan ramah lingkungan,” imbuhnya.




















