Suriani, yang juga merupakan politisi Partai Golkar dari dapil Balikpapan Timur, memberikan perhatian khusus pada pengembangan UMKM. Menurutnya, UMKM perlu mendapatkan dukungan teknologi dan alat modern yang tepat guna untuk bisa bersaing di era digital.
“Di era modern ini, semua perlu diperbarui untuk menciptakan hasil yang maksimal,” tegas Suriani.
Ia menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pemasaran produk lokal, yang diyakini akan memperluas jangkauan pasar UMKM baik secara lokal maupun nasional.
Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya mempercepat distribusi produk, tetapi juga meningkatkan pendapatan pelaku UMKM yang pada gilirannya dapat mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat Balikpapan.
Peran Strategis Balikpapan sebagai Penyangga IKN
Balikpapan tidak hanya berperan sebagai kota transit, tetapi juga sebagai penyangga penting bagi IKN dalam berbagai aspek. Dalam beberapa tahun mendatang, kota ini akan semakin penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan sektor ekonomi yang berhubungan dengan IKN.
Oleh karena itu, penguatan sektor-sektor ekonomi di Balikpapan, termasuk pengembangan UMKM dan sektor perhotelan, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kota ini dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh pembangunan ibu kota baru tersebut.
DPRD Balikpapan berharap kolaborasi antara Pemkot dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
Dengan pengembangan sektor-sektor strategis ini, Balikpapan diharapkan tidak hanya berkembang sebagai kota penyangga IKN, tetapi juga sebagai pusat ekonomi yang lebih mandiri dan berkembang.
Penguatan sektor UMKM, pariwisata, serta sektor lainnya akan sangat berpengaruh pada perekonomian kota dalam jangka panjang.
Dengan berbagai dukungan dan kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Balikpapan dapat memanfaatkan momentum pembangunan IKN untuk meraih kemajuan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)