Langkah yang bisa dilakukan adalah, sanitasi dan penyediaan air bersih untuk masyarakat. Menurutnya, persoalan buang air besar sembarang bukan soal Kesehatan tetapi juga poenyediaan air bersih dan sanitasi.
“Karena itu, dengan kegiatan dialog membangun komitmen bersama menuju Provinsi Kaltim bebas dari buang air besar sembarangan, yang dihadiri unsur Pokja perumahan dan kawasan permukiman, perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pokja penyedia air bersih serta unsur terkait lainnya, ini memang bukan persoalan yang menjadi urusan kesehatan saja, tapi juga urusan yang terkait dulunya di penyediaan air bersih,” tukasnya.
Untuk percepatan pencapaian SBS dan penyediaan air bersih, sambung Sri, juga perlu intervensi dan penganggaran yang dilakukan masing-masing daerah dan kota.
“Kita juga berharap pemerintah kabupaten kota atensi terhadap ini, karena kualitas kesehatan, kualitas lingkungan hidup yang baik, ini menjadi indikator untuk menuju kabupaten kota sehat,” tegasnya lagi.
Soal pola kehidupan yang tidak bisa jauh dari sungai menjadi salah satu faktor masyarakat buang air besar sembarangan, Sri meminta semua daerah dan kota mulai membantun kultur dan menguban mindset menuju prilaku hidup sehat.