Nicco menegaskan, infrastruktur dasar seperti ini harus tersedia sebelum konsep smart city diwujudkan.
“Jika tidak, masyarakat akan terus bergantung pada air tanah dan air galon, yang tidak hanya mahal tetapi juga tidak menjamin kualitasnya,” kata Nicco.
Ia mencontohkan negara-negara maju yang mengandalkan sistem perpipaan berkualitas tinggi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap air PDAM. Sistem ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada air kemasan dan air galon.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Nicco menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk memastikan keberlanjutan penyediaan air baku di IKN.
Ia menyebut bahwa infrastruktur air minum yang andal tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menciptakan kota yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Infrastruktur air minum adalah fondasi bagi pembangunan kota yang berkelanjutan. Dengan keberlanjutan ini, IKN Nusantara dapat menjadi contoh bagaimana kota masa depan dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan tantangan global,” tutup Nicco.
Tantangan dan Harapan
Dengan populasi yang diproyeksikan terus meningkat, tantangan penyediaan air di IKN menjadi isu krusial yang perlu ditangani sejak dini.
Harapan besar terletak pada sinergi antara berbagai pihak untuk mengatasi kendala teknis, mengendalikan biaya operasional, dan memastikan keberlanjutan pasokan air yang layak bagi seluruh penduduk di IKN Nusantara.
IKN Nusantara diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga perwujudan kota yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan, termasuk dalam hal pengelolaan air bersih.