AI memungkinkan analisis data yang lebih kompleks, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cerdas dalam pengelolaan kota.
Inovasi dalam Teknologi Kendaraan Otonom
BRIN juga telah mengembangkan fitur kemudi aktif untuk sistem Electro-Hydraulic Power Steering (EHPS) sebagai bagian dari riset kendaraan otonom.
Fitur ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas pengendalian, efisiensi energi, dan kenyamanan berkendara dalam kendaraan otonom.
“Kami percaya fitur ini akan menjadi salah satu elemen kunci dalam transisi menuju kendaraan otonom massal di Indonesia,” ujar Rina Ristiana, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN.
Penambahan teknologi otonom pada kendaraan listrik akan memungkinkan mobilitas yang lebih aman dan efisien di IKN Nusantara.
Dengan kendaraan yang dapat bergerak tanpa pengemudi, kemacetan dapat diminimalkan, serta penghematan energi dan pengurangan polusi udara dapat tercapai.
Dampak bagi UMKM dan Masyarakat
Selain untuk meningkatkan kualitas hidup di IKN Nusantara, pengembangan teknologi kendaraan listrik otonom ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk UMKM dan industri kreatif berbasis teknologi.
Dengan adopsi teknologi canggih, masyarakat dapat lebih mudah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global, membuka peluang baru dalam dunia bisnis dan inovasi.
Menuju Smart City yang Berkelanjutan
Sebagai bagian dari transformasi digital dan keberlanjutan, IKN Nusantara diharapkan menjadi contoh model smart city masa depan.
Sistem transportasi otonom dan berbasis kendaraan listrik bukan hanya solusi untuk masalah kemacetan dan polusi, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan riset dari BRIN, serta peran aktif pemerintah, IKN Nusantara tidak hanya akan menjadi ibukota baru bagi Indonesia, tetapi juga simbol inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan di tingkat global.