Total nilai investasi dari peresmian pada groundbreaking ke-8 ini diperkirakan mencapai Rp 1,57 triliun. Nilai ini diperoleh dari gabungan investasi yang melibatkan satu investor asing murni, dua kemitraan asing, dan dua investor domestik dalam groundbreaking ke-8.
Laporan angka investasi yang dicapai dalam groundbreaking ini menunjukkan semangat kolaborasi serta keyakinan yang tinggi dari berbagai pihak.
‘’Sampai groundbreaking ke-7, (nilai investasi) Rp 56,83 triliun. Hari ini, tambah Rp 1,5 triliun. Berarti (sekitar) Rp 58,4 triliun total investasi, di luar dana Bank Indonesia (BI) dan PSSI,” jelas ujar Plt Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni.
Angka investasi tersebut merupakan indikasi awal yang akan terus berkembang seiring dengan kemajuan pembangunan dan pelaporan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Melalui proses kurasi yang terus berlangsung, nilai investasi bisa mengalami penyesuaian seiring dengan kemajuan dan realisasi pembangunan di lapangan.
Menurutnya, Nusantara masih menarik minat investor asing. Namun OIKN selektif dalam memilih yang relevan untuk pembangunan kota Nusantara.
Otorita IKN bersama para pemangku kepentingan, akan terus memastikan bahwa setiap tahap pembangunan dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.