IKNPOS.ID – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memasuki kuartal III 2024 telah berhasil mengamankan beberapa purchase order (PO) dari instansi pemerintah dan perusahaan BUMN, termasuk unit compactor, dump truck, dan arm roll truck.
Sampai saat ini, sudah ada dua unit compactor listrik pertama dan telah beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Compactor listrik merupakan truk sampah atau jenis kendaraan pengangkut sampah ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon yang sudah digunakan di IKN sejak Agustus 2024 lau.
Compactor listrik yang sudah dilengkapi alat untuk memadatkan sampah pada bagian baknya.
Dengan cara itu maka air tetesan sampah pada sepanjang jalan ke arah tempat pembuangan akhir sampah dapat diminimalkan.
Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono mengatakan, persereoan mencatat laporan dan penjualan dalam kuartal ketiga 2024 ini menunjukan tren positif dan optimistis akan terus terjadi periode selanjutnya.
Menurtunya, VKTR mengalami pertumbuhan stabil di setiap kuartal pada tahun ini sehingga diyakini ke depan makin banyak purchase order.
“Perseroan mengalami pertumbuhan stabil di setiap kuartal di tahun 2024, dan kami optimistis pertumbuhan ini akan terus terjadi dengan semakin banyaknya pesanan dan purchase order untuk berbagai macam line up produk VKTR,” kata Gilarsi W. Setijono dalam keterangan di Jakarta, Jumat 25 Oktober 2024.
Dari bisns penuualan kendaraan bermotor listrik dan dan manufaktur suku cadang pada kuartal ketiga ini, berhasil mencatat pendapatan bersih sebesar Rp646 miliar.
Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp123 miliar dengan peningkatan marjin laba kotor.
Pendapatan bersih VKTR pada 3Q24 tercatat mengalami kontraksi menjadi Rp646 miliar dibandingkan Rp891 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Hal tersebut sesuai dengan data Gaikindo yang menunjukkan adanya pelemahan penjualan kendaraan niaga di Indonesia sebesar 21 persen sampai bulan September 2024.
Namun demikian, pendapatan bersih tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil di setiap kuartalnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,9 persen.