Namun, selayaknya proses menggodok dan menjaring inisiatif pembangunan harus bersumber masukan dari stakeholder.
“Tidak ada kata terlambat. Kita sudah memulainya sejak tiga periode yang lalu membukukan rancangan transformasi ekonomi Kaltim,” ungkapnya.
Seperti apa transformasi ekonomi Kaltim yang ingin diwujudkan, mulai dari mana, aspeknya apa saja, tentu juga bicara konsekuensi non ekonomi.
“Misal menurunnya sektor usaha batu bara, maka akan berimbas pada sektor non ekonomi seperti sosial dan budaya kemasyarakatan,” bebernya.
Dalam forum itu nantiya akan duduk bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk berbagi pemikiran dan pemahaman akan perspektif tentang transformasi ekonomi.
“Kalau kita punya visi persepsi yang sama, kita akan melakukan percepatan dalam rel yang sama, satu frekuensi,” jelasnya.