IKNPOS.ID – Provinsi Kalimantan Timur akan kembali mengalami fenomena unik hari tanpa bayangan, atau dikenal sebagai kulminasi utama, pada bulan September 2024.
Pada saat ini, Matahari berada tepat di atas kepala pengamat, membuat bayangan benda tegak tampak “menghilang” karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.
Fenomena ini terjadi akibat gerak semu harian Matahari, yang membuat Matahari terlihat berpindah posisi sepanjang tahun.
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kulminasi utama di Kalimantan Timur akan berlangsung di beberapa wilayah pada tanggal yang berbeda.
Penduduk Kalimantan Timur akan memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena ini saat Matahari berada di posisi tertinggi di langit pada siang hari.
Meskipun berlangsung hanya beberapa saat, momen tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang tertarik pada fenomena alam.
Fenomena kulminasi utama merupakan kejadian yang terjadi dua kali setahun di wilayah-wilayah tertentu di Indonesia.
Ini menandai saat ketika Matahari berada tepat di atas khatulistiwa atau lintang terdekat, sehingga bayangan benda tegak akan menghilang sementara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai sarana edukasi dan pengamatan astronomi sederhana, terutama bagi para siswa dan pengamat alam yang tertarik dengan fenomena astronomi.
Apa yang Bisa Dilakukan pada Puncak Hari Tanpa Bayangan?
Pada puncak hari tanpa bayangan, beberapa aktivitas menarik dan edukatif bisa dilakukan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Eksperimen Bayangan
Anda bisa melakukan eksperimen sederhana dengan menempatkan benda-benda tegak, seperti tiang atau botol, di bawah sinar matahari.
Pada saat puncak kulminasi, bayangan benda tersebut akan menghilang sejenak, menciptakan efek visual yang unik.
2. Mengukur Posisi Matahari
Dengan bantuan alat sederhana seperti gnomon atau alat pengukur bayangan, Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk mengamati pergerakan Matahari dan bagaimana posisinya berpengaruh terhadap bayangan di Bumi.