Bata interlock juga dikatakan ramah gempa untuk wilayah dengan tingkat seismisitas tinggi (KDS D) berdasarkan Uji Siklik dinding 2D di Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung Dirjen Bina Teknik Permukiman dan Perumahan
Selain rumah contoh, SIG turut mengaplikasikan solusi beton inovatif berbasis semen hijau, seperti solusi beton untuk perbaikan jalan dalam semalam, beton dekoratif, dan paving block berpori sebagai solusi kawasan tergenang.
Adanya material bahan bangunan ramah lingkungan yang bisa mempercepat konstruksi rumah dinilai menjadi solusi konkret mendukung pemerintah menghadirkan hunian layak bagi masyarakat.
Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan, pihaknya mengaku siap mempertahankan kepemimpinan di industri untuk memastikan target pembangunan berkelanjutan di Indonesia dapat terwujud, melalui inovasi produk bahan bangunan ramah lingkungan rendah karbon.
“Semen hijau SIG tercatat 21-38 persen lebih rendah karbon dibandingkan semen konvensional, serta memiliki kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi, lebih dari 90 persen. Kombinasi antara aspek lingkungan dan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi semakin membuat produk SIG sangat relevan diaplikasikan pada Proyek Strategis Nasional, termasuk IKN, sebagai karya kebanggaan bangsa,” ucapnya.
Dalam proyek pembangunan di IKN, lanjut dia, SIG sudah berkontribusi dengan memasok bahan bangunan sejak Desember 2022.
Hingga Juli 2024, SIG tercatat memasok 695 ribu ton semen yang digunakan dalam sejumlah proyek, seperti Istana Negara, Kantor Presiden, dan Lapangan Upacara yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), hingga proyek jalan tol dan bandara IKN.
Produk SIG digunakan pula pada proyek Bendungan Sepaku yang berfungsi sebagai sarana penunjang untuk mencukupi kebutuhan air baku di IKN.
Untuk berkontribusi lebih besar dan memastikan pembangunan berkelanjutan di IKN, SIG membangun ekosistem bisnis berbasis sinergi melalui kerja sama dengan PT Bina Karya (Persero) selaku Badan Usaha Otorita IKN yang memiliki peranan penting dalam pembangunan IKN.