“Hal ini berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan perdagangan, terlihat dari indeks penjualan eceran yang meningkat sejak periode tersebut. Peningkatan ini juga menunjukkan dampak positif pada LU Perdagangan,” katanya.
Selain itu, dia menjelaskan aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat turut meningkatkan konsumsi listrik untuk rumah tangga, industri, dan pembangunan.
Budi mengungkapkan bahwa LU Konstruksi diproyeksi terus tumbuh optimis dan berpotensi mendorong kinerja lapangan usaha sekunder dan tersier lainnya.
“Anggaran pembangunan IKN tahun 2024 yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp36 triliun pada kuartal I/2024, atau tumbuh sekitar 64% (yoy) dibandingkan dengan pagu tahun 2023. Peningkatan anggaran tersebut mengindikasikan pembangunan IKN yang diprakirakan tetap akan berlangsung masif hingga akhir tahun 2024,” katanya.
Adapun, Budi menuturkan optimisme ini diperkirakan akan terus mendongkrak pertumbuhan LU Konstruksi serta LU Sekunder dan Tersier di Kaltim seiring dengan berkembangnya investasi di sektor non-primer.
“Tren positif ini berpotensi menggeser struktur perekonomian Kaltim dalam jangka panjang,” pungkasnya.